Barisan Game Assassin’s Creed Terburuk sampai Terbaik

Semenjak dikenalkan pada 2007 untuk PlayStation 3 (PS3), XBOX 360, dan PC, game garapan Ubisoft telah berjalan 13 tahun yaitu Assassin’s Creed. Dengan memakan waktunya dan jadi salah satunya gambar Ubisoft.

Kecuali tawarkan gameplay mencekam sebab harus mengendap-endap untuk “menghilangkan” beberapa pejabat Templar, Assassin’s Creed menolongmu belajar riwayat sebab ambil alur cerita dari riwayat asli.

Game Assassin's Creed Terburuk sampai Terbaik

Untuk kamu yang berminat untuk coba, berikut kumpulan game Assassin’s Creed di konsol dan PC dimulai dari yang terburuk sampai yang terbagus. Pantas kamu coba!

Baca Juga: Game Ini Dapat Membuat Kamu Darah Tinggi

(Catatan: Game dalam perincian ini memiliki kandungan episode kekerasan, darah, dan kalimat vulgar. Peraturan pemain sangat disarankan)

  1. Assassin’s Creed III

Semenjak suksesnya dengan figur Ezio Auditore, Ubisoft harus pikirkan watak baru yang bisa melanjutkan tapak jejak Ezio, sekalian mengenalkan hal baru yang tidak pernah berada di Assassin’s Creed sebelumnya.

Karena itu, launching pada 2012, “Assassin’s Creed III” ialah sebuah eksperimen yang… dapat disebut gagal.

Ambil latar riwayat Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) dari jajahan Britania Raya, Assassin’s Creed III bercerita seorang assassin yang turunan suku Indian Mohawk (Kanien’kehá:ka), Ratonhnhaké:ton (Connor Kenway), yang menolong AS menyingkirkan Inggris dan membuat perlindungan desanya.

Kecuali mengenalkan feature memanjat pohon, Assassin’s Creed III mengenalkan mekanisme pertarungan kapal untuk pertama kalinya. Banyak pembahasan yang beri pujian style bertanding Connor yang sangat lentur dan double finiser-nya.

Sayang, game ini mempunyai beberapa “kekurangan fatal”, baik dari sisi kontrol, game, sampai penulisan cerita. Dari sisi penulisan narasi, Connor dibikin begitu “takabur” untuk berlagak manusiawi, atau berkesan “emo” sebab tidak simpatik dengan musuh bicaranya.

Disamping itu, Bapak Pendiri AS, George Washington, dibikin nampak kurang kuat dan bebal (ada banyak peluang di mana semestinya Washington bisa terbunuh dengan gampang!) hingga seringkali, Connor harus selamatkan Washington.

Dari sisi kontrol dan gameplay, kontrol stealth yang ada di Assassin’s Creed III mempunyai banyak galat dan bug. Sering, game ini lamban dalam soal rendering, hingga mengakibatkan banyak glitch.

Assassin’s Creed III awalannya datang di konsol saat sebelum PS4. Jika kamu tidak mau ribet membeli PS3 atau XBOX 360, kamu dapat memainkan di PC atau memainkan dalam versus remastered bersama-sama dengan Liberation.

  1. Assassin’s Creed Rogue

Kamu ingin ketahui segi gelap dari perkumpulan assassin yang mengakibatkan salah satunya anggotanya membelot ke Templar? Jika kamu ketarik, karena itu kamu harus coba “Assassin’s Creed Rogue “.

Di-launching sesudah “Assassin’s Creed IV: Black Flag” pada 2014, Assassin’s Creed Rogue ambil latar tempat dan waktu antara Assassins’s Creed IV: Black Flag dan Assassin’s Creed III.

Menceritakan masalah seorang assassin yang membelot ke Templar, Shay Patrick Cormac, game ini betul-betul contekan Black Flag. Style tarung? Mirip. Musik? Mirip. Perang kapal? Apa lagi!

Perbedaannya di Rogue, lautnya tidak seramah Laut Karibia. Kamu mustahil berenang semakin lama wilayah lautan Atlantik Utara, atau kamu akan desynchronized sebab hipotermia.

Memang! Dengan sedikit tambahan di persenjataan kapal, style bertanding ala-ala Black Flag, dan tambahan beberapa tempat baru, Rogue bukan game murahan dan tidak kalah asyiknya dengan Black Flag.

Kapan kembali kamu dapat bermain sebagai Templar yang melawan assassin? Cuman di Rogue!

  1. Assassin’s Creed

“Lho, ini kan original! Mengapa tidak yang pertama?”

Ini pembahasan yang jujur! Original bukan bermakna harus yang selalu terbaik. Di-launching pada 2007, “Assassin’s Creed” bercerita penjelajahan Altair Ibn-La ‘Ahad yang sebagai wakil assassin menantang strategi jahat pejabat Templar untuk memperoleh artefak maha kuasa, “Apple of Eden “.

Bila dibanding dengan game Assassin’s Creed saat ini, Altair terlihat ketinggal jaman, khususnya dari hal diagram. Kamu cuman bisa mengendap-endap dan memberantas beberapa pejabat templar, kembali dan kembali. Tidak ada perang memanjat pohon atau kapal.

Tetapi, mengapa Assassin’s Creed dapat lebih baik dibanding III dan Rogue? Assassin’s Creed ini mengajarkan hal paling penting untuk beberapa assassin: berencana lalu melakukan. Beberapa pejabat Templar di Assassin’s Creed mempunyai karakter-sifat berlainan hingga diperlukan pendekatan yang lain pula.

Dalam kata lain, Assassin’s Creed tawarkan rintangan kesabaran buatmu untuk mencari sasaranmu, berencana, baru memperlancar gempuranmu. Walau game Assassin’s Creed saat ini melakukan, Assassin’s Creed tetap berkaitan untuk dimainkan.

  1. Assassin’s Creed Unity

Di-launching pada 2014, “Assassin’s Creed Unity” dipandang seperti zaman baru untuk game Assassin’s Creed. Saksikan trailer itu? Dengan diagram itu, tidak aneh bila dompet beberapa fans Assassin’s Creed bergetar.

Ambil latar tempat di Prancis saat Revolusi Prancis, Unity bercerita penjelajahan seorang assassin namanya Arno Dorian. Saat lagi kamu nikmati penjelajahan Arno, kamu dapat nikmati cantiknya panorama kota Paris di tengah-tengah kekacauan warga Prancis.

Salah satu perihal baru yang nampak di Unity ialah langkah membunuh yang inovatif dan baru. Dengan rencana yang masak, Arno bisa menunjukkan kekurangan keamanan di posisi.

Disamping itu, Unity tawarkan beberapa kasus pembunuhan dan teka-teki sambilan bagus yang bisa kamu mainkan. Tentunya, kasus dan teka-teki itu lebih melawan dari seri Assassin’s Creed sebelumnya.

Harus dianggap, Unity mempunyai beberapa masalah. Pertama, Unity ialah sebuah project berambisi Ubisoft untuk membenahi standard mekanisme pertarungan Assassin’s Creed, membuat “dunia” yang semakin besar daripada seri Assassin’s Creed awalnya, dan membuat mekanisme multiplayer yang betul-betul baru.

Kedengar istimewa, kan? Permasalahannya, Ubisoft “kejar deadline” hingga Unity juga dituntaskan dengan buru-buru. Hasilnya? Saat launching, Unity mempunyai beberapa bug yang fatal. Dari stuck di jerami sampai muka yang “raib “.

Namun, Ubisoft mengakui sudah menuntaskan persoalan itu. Jadi, langsung pancal gas dan mainkan!

  1. Assassin’s Creed II: Revelations

Dengan kesuksesan Assassin’s Creed II, seri ini jadi penutup penjelajahan Ezio Auditore. Di-launching pada 2011, “Assassin’s Creed II: Revelations” jadi penutup manis untuk penjelajahan si assassin asal Italia.

Ambil latar di Konstantinopel (saat ini Istanbul) saat kebangunan Kesultanan Utsmaniyah, Ezio yang telah lansia mencari jejak-jejak Altair. Tetapi, ketika itu, muncul perselisihan saat Templar usaha untuk perkuat Kekaisaran Romawi Timur.

Dalam soal gameplay, Revelations tidak tawarkan beberapa hal baru kecuali kamu bisa beralih bangunan secara efisien dengan hookblade. Dibanding dengan kota Paris di Unity, tata kota Konstantinopel sangat “biasa “.

“Iya, dong! Tidak apple-to-apple, nih.”

Hal yang jadikan Revelations benar-benar terkesan ialah seri ini tidak cuma jadi penutup penjelajahan Ezio, tetapi penjelajahan Altair yang terputus semenjak Assassin’s Creed pertama.

Anjuran kami, persiapkan tisu. Bila kamu memburu ending dan plot yang mengiris hati, kamu harus coba Revelations!

  1. Assassin’s Creed II: Brotherhood

Di-launching setahun sesudah Assassin’s Creed II pada 2010, banyak fans Assassin’s Creed yang pesimis akan kualitas “Assassin’s Creed II: Brotherhood “.Masalahnya Ubisoft memperkecil rasio tata kota sekalian akar cerita Ezio dalam memberantas keluarga Borgia.

Tetapi, rupanya, Brotherhood menjawab semua pesimisme itu dengan bermacam feature baru sebagai standard Assassin’s Creed sampai periode kini.

Memenangi daerah-daerah untuk lemahkan kuasa Borgia, mekanisme multiplayer yang membuat kamu suka, dan memperoleh gelar “Il Mentore” yang bermakna kamu bisa memerintah pasukan assassin yang dapat kamu panggil sesukamu? Brotherhood tawarkan semua beberapa hal itu!

Ambil latar di Roma di akhir era ke-15, kemungkinan tata kotanya tidak selebar Assassin’s Creed II. Tetapi, kamu masih bisa mencari jalanan rahasia di tanah bawah Roma. Dan, sudah pasti, kamu masih bisa berjumpa sapa dengan si seniman/periset genius waktu itu, Leonardo da Vinci!

Brotherhood ajakmu coba penemuan-penemuan da Vinci yang tak pernah dicoba di jamannya, dari parasut sampai tank.

Dalam sisi narasi, mekanisme tarung, dan panorama, Alexios dan Kassandra ialah muka Assassin’s Creed yang baru.

Itu kumpulan game Assassin’s Creed dari yang terburuk sampai yang terbaik untukmu yang baru berminat untuk mencobanya. Siap memberantas beberapa Templar?